Beberapa waktu lalu saya mendatangi sebuah acara yang menyuguhkan bursa kerja bagi para pencari kerja (seperti saya), yang biasa dikenal dengan sebutan Job Fair. Job Fair kali ini diselenggarakan oleh ‘karir alumni dan pusat kerja’ universitas swasta di kota Solo. Seperti kita ketahui bahwa Job Fair sudah menjadi tren bagi perusahaan untuk merekrut calon tenaga kerja, hal tersebut terbukti masih banyak antusias para pencari kerja yang datang meskipun hanya melihat-lihat (mungkin karena belum sesuai dengan kualifikasi yang di inginkan pelamar).

Sebenarnya banyak pertanyaan yang muncul oleh teman, saudara, bahkan ayah saya ketika telah menyelesaikan studi s2 kenotariatan ini. Diantaranya adalah “kamu kenapa masih mencari kerja? kan tinggal buka kantor saja udah bisa jadi notaris. malah bisa membuka lapangan pekerjaan”. Ya saya akui, bagi banyak orang, kenotariatan adalah suatu pendidikan profesi (yang menuntut setelah lulus studi diharapkan dapat membuka praktek), padahal faktanya kenotariatan tidak melulu dilatih untuk membuat akta semenjak masuk ke dalam magister. Jadi lulus s2 kenotariatan tidak kemudian jadi notaris juga tak masalah, atau bahkan mungkin bekerja di sebuah perusahaan. Magister kenotariatan ini ilmunya sungguh luar biasa jika ingin memahami hukum perdata.

Saya memang ingin menjadi notaris, tapi di satu sisi saya juga membutuhkan pengalaman, karena saya sadar teori saja tidak cukup untuk menambah wawasan, toh saya juga masih muda. Butuh pengalaman yang nyata untuk bisa menjadi seorang profesional. Bagi saya, pengalaman itu tidak melulu harus sesuai dengan latar belakang pendidikan, sedikit berbeda pun tak masalah asalkan kita masih mampu dan paham.

Mungkin tahun ini adalah tahun saya untuk berjuang bersungguh-sungguh agar dapat diterima kerja di sebuah perusahaan. Syukur-syukur bisa di terima menjadi PNS atau BUMN (Aamiin..), tapi kalau seandainya tidak juga tidak masalah. Namanya juga ikhtiar. 🙂

Kata Kunci: Job Fair, Lowongan Pekerjaan, Bursa Kerja, Cari Kerja